When the dream starts the best story about me

Well, dreaming something impossible is my hobby. I do not really care when someone say that i can’t make them true. It’s not my problem when they are amazed with my achievement. So, if you had a dream which is impossible for someone else but you can make it true, just go ahead,, do not really care what people would say about it..PROVE IT !

Ribuan mahasiswa/mahasiswi pasti tergiur dengan program yang satu ini. Gimana gak?GRATIS mennnn !! harus berjuang dengan berbagai tantangan, dibarengi dengan usaha dan doa adalah hal-hal yang saya lakuin waktu memutuskan untuk ikut program IELSP ini. Informasi yang saya dapatkan mengenai beasiswa ini waktu berada di semester 3. Tentunya bukan hal yang mudah untuk menunggu sampai cukup semester 5 untuk sesuatu hal yang memang dimimpikan sejak dahulu kala. Tau infonya juga bukan dari kampus, malah saya taunya dari teman se-angkatan Duta Bahasa dari Medan. Yah..bisa dibilang sih kalo di kampus infonya gak menyebar kalo yang begituan, paling yah infonya yang tau itu-itu aja.

Tiba saatnya semester 5 dan saya pun bertekad untuk mengunduh formulir dari internet. Kalo ngeliat dari isi formulirnya sih lumayan lah yah menguras otak yang cukup-cukup dalam. Banyak yang harus diisi mulai dari data pribadi, cita-cita ke depan, alasan mau ke US, sampai issue-issue yang terjadi di Indonesia pada saat itu. Gak butuh 1 bulan kok untuk mengisinya, yah semingguan lah baru kelar. DONE! Formulir pun siap dikirim melalui jasa pengiriman kilat yang disebut titttttt.. (gak boleh sebut merk deh) hihihih..nunggu sekitar sebulan gitu, akhirnya ada pengumuman di web untuk nama-nama yang gak lulus tahap berkas. Saya langsung tertuju dengan huruf Y, berhubung nama saya dimulai dari huruf itu. Wah..ga ada nama saya di daftar itu, berarti..(mikir) ! selang beberapa hari akhirnya ada telepon yang kode wilayahnya ‘021’ dan mengatakan kalau saya lolos tahap berkas dan bersiap untuk tahap wawancara untuk waktu yang telah ditentukan, tapi wawancaranya hanya melalui telepon. Maklum lah yah daerah saya agak jauh dari ibukota dan juga yang lolos tahap berkas Cuma 2 orang, mikir kali ya mereka mau datang ke sini hanya untuk wawancara 2 orang saja -_- !

Tibalah saatnya untuk tahap wawancara yang dilakukan melalui telepon seluler. Pewawancaranya sih bilang dia diutus oleh pihak IIEF untuk mewawancara saya. Katanya sih dia dari Makassar, tapi ditugaskan untuk mewawancara saya. Kedengaran dari suaranya sih sepertinya udah agak berumur tuh ibu. Ibu itu menanyakan beberapa hal mengenai isi formulir saya, sepertinya sih tujuannya untuk memastikan apakah benar hal-hal yang tertulis di formulir itu saya ketahui dengan baik atau tidak. Beliau juga menanyakan mengenai kunjungan Barrack Obama di Indonesia pada saat itu, karena secara kebetulan pada waktu itu bertepatan dengan kunjungan Presiden Amerika Serikat ke Indonesia. Ada beberapa pertanyaan yang saya jawabnya pakai Bahasa Indonesia dan ada juga sebagian menggunakan Bahasa Inggris. Wawancara itu berlangsung kurang lebih 30 menit.

Tiba saatnya pengumuman bagi mereka yang lolos pada Cohort 8 melalui website IIEF. Saya sih ga pernah pesimis ya, selalu optimis meskipun kadang-kadang tidak berhasil. Optimis bukan untuk orang-orang yang pantang menyerah loh yah,,Ingat itu ! melihat dengan seksama nama-nama yang ada di daftar tersebut, finally saya tidak menemukan nama saya yang cantik jelita itu. Mau nangis sih yah tapi serba salah karena waktu itu lagi di tempat siaran -,- jadi tahantahan nangisnya sampe rumah. Tuhan berkehendak lain ternyata, SAYA GAK LOLOS T_T !!!!!

Perjuangan gak sampai di situ aja, Cohort 9 pun dibuka beberapa bulan setelah pengumuman Cohort 8. Senangnya tak terhingga pada saat tahu hal itu. Mengunduh formulir yang baru langsung saya lakukan ketika nemu area wi-fi ahhaha ! Gak banyak berubah formulir itu, hanya Cohortnya aja yang diganti. Saya tidak membuat banyak perubahan dengan isi formulir saya terdahulu. Saya pikir, kalau banyak dirubah nanti dibilangnya gak konsisten. Yang dirubah yah paling mengenai issue yang sedang hangat dibicarakan di Indonesia. Tiba waktunya untuk mengirimkan berkas formulir disertai dengan berkas-berkas lainnya dan saya hanya menunggu waktu pengumuman lagi.

Nunggu sampai sebulan lebih gak ada kabar yang menyatakan saya lolos atau tidak, maka #HOPELESS lah diriku pada saat itu. Kebetulan pada waktu itu saya sedang berada di Makassar untuk mengikuti lomba “Karya Tulis Ilmiah Akuntansi”. Lebih parahnya lagi di daerah saya ga ada wi-fi atau warnet terdekat, jadinya ga bisa mengecek web IIEF. Yah kembali pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa dan meyakinkan diri untuk ‘Coba lagi tahun depan’. Beberapa hari setelah itu, ada SMS yang masuk dari seorang teman yang isinya kayak gini ‘Yovita..selamat ya kamu lulus berkas untuk Cohort 9’. Nah loh…saya yang waktu itu sedang istirahat dan membaringkan tubuh saya, tiba-tiba terbangun kaget dan berpikir keras untuk hal itu. Saya balas lah SMS itu ‘Haa??lolos berkas?emang bener?masa sih?kamu liat di mana?’, kemudian dibalas lagi ‘Iyaa aku liat di webnya IIEF kok ada nama kamu dan 3 orang anak UNTAD lainnya yang juga lolos berkas’. Langsung deh pada saat itu THANKS GOD alias ALHAMDULILLAH (gak pake sesuatu) ^^…saya masih penasaran aja kok IIEF ga nelpon saya sih?? Untung nomor kantor IIEF masih tersimpan di Handphone saya, langsung deh saya telepon dan mengkonfirmasi kabar tersebut.

AKHIRNYA ! emang bener saya lolos tahap berkas kata IIEF, alasan mereka tidak menghubungi saya karena nomor handphone saya tidak bisa dihubungi pada saat itu. Hal yang saya syukuri adalah jadwal untuk wawancara tepat pada saat saya sudah kembali ke Palu. Tibalah saat wawancara yang memang sangat saya tunggu-tunggu. Wawancaranya dilakukan masih melalui telepon dan berlangsung pukul 21.30 malam. Karena takut ga’ kedengeran suara si pewawancara, saya nerima teleponnya di dalam kamar biar lebih fokus. Wawancara berlangsung sekitar 40 menit and every single word has to be in English. Kalo yang cohort 8 kan masih ga’apaapa kalo pakai bahasa Indonesia, kalau yang ini juga beda pewawancaranya. Ada 1 pertanyaan yang agak membuat saya untuk bilang ‘PAS’ hahha ..itu tuh pertanyaan tentang konflik yang terjadi di Palu pada saat itu. Berpikir lumayan laman yah, tapi pada akhirnya saya dapat menjawabnya dengan kesungguh-sungguhan hati saya.

AKHIRNYA waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba. Tepat jam 11 pagi HP saya berdering dan kebetulan nomor kantor IIEF sudah saya save di HP saya. Wuihhhh….langsung saya tebak pas ada panggilan dari nomor itu, ‘Pasti saya Lolos’ hihihi kepedean lah pokoknya. Tapi emang bener, itu telepon dari mba Cici yang menyatakan saya lolos untuk study selama 2 bulan di Amerika. Banyak hal yang harus dipersiapkan, mulai dari passport, berkas-berkas yang diminta oleh pihak IIEF dan yang paling penting dan selalu diingatkan adalah ‘Selalu Cek E-mail’, karena informasi apa saja mengenai persiapan keberangkatan hanya diinfokan melalui e-mail.

Saya terpilih di negara Virginia bersama 17 rekan saya yang sekarang ini sudah menjadi keluarga kecil saya, meskipun kami berada di pulau yang berbeda-beda hiks hiks. Segala persiapan wajib didiskusikan dengan teman-teman melalui jejaring sosial FACEBOOK, mulai dari perlengkapan grup, pembuatan jaket seragam sampai barang-barang pribadi yang akan dibawa.

Tiba saatnya PDO (Pre Departure Orientation) yang berlangsung selama 3 hari di Jakarta. Harus meninggalkan kuliah selama kurang lebih 5 hari adalah resiko yang harus saya hadapi. Alhamdulillah semuanya ditanggung oleh pihak IIEF, jadi ga perlu mikir biaya apapun untuk berangkat ke Jakarta. Bertemu dengan teman-teman yang sama sekali belum pernah tatap muka hanya akrab melalui FB, merupakan hal yang sangat menegangkan hahaha…semuanya baikkkkkkkkkkkkkkkkk minta ampun deh..ramah pula lagi..love them all J. Satu hari dikhususkan untuk pengurusan Visa di kedutaan besar Amerika Serikat. Gilaaaaaa! Dari jam 5 subuh kita udah nongkrong di kedutaan untuk nunggu antrian. Banyak aturan di situ, ga bisa berbuat aneh-aneh lah pokoknya. Ada satu teman yang pada saat itu mengambil gambar kami, tetapi seorang petugas malah mengambil kameranya lalu menghapus foto tersebut. Well, intinya ga boleh foto-foto di daerah kedubes -,- ! suasana di dalam kedubes itu pun terlihat asing dan tertib, yah meskipun ada beberapa warga yang ga sabaran dan sempat adu mulut dengan salah satu petugas. Tiap orang bakal di wawancara oleh si bule mengenai rencana pembuatan Visa tersebut. Isi wawancaranya paling yah seputar keberangkatan kita, Where?Why?When?How Long? Kayakkayak gitu sih..tapi ada juga yang agak melenceng dari hal itu. Kayak misalnya saya, waktu itu ditanya ‘What is your father’s job?’.. gak tau hubungannya apaan..PDO berjalan lancar dan kami harus berpisah lagi untuk kembali ke kota masing-masing dan akan bertemu kembali pada saat berangkat ke US.

Menjelang keberangkatan banyak hal yang harus dipersiapkan, mulai dari pakaian, berkas-berkas penting dan hal-hal yang bersifat pribadi yang jangan sampai ketinggalan. Siapkan fisik,mental dan hati untuk meninggalkan orang-orang tersayang yang ada di Palu. Siap-siap ga berlebaran idul adha sama keluarga juga, because this is the first time for me to celebrate it without family. Ada beberapa hal yang selalu diingatkan oleh pihak IIEF mengenai barang bawaan di cabin, seperti misalnya barang-barang yang berbentuk cairan, makanan olahan, dan lainnya. Waktu itu yang nganter kita ada mba Fenty, mba Cici dan Mba Vivi (Chaperone). Perjalanan yang akan ditempuh sekitar 1 hari 1 malam udah terhitung dengan transit di Narita. Kalau aturannya nih ya, penumpang yang udah melalui bagian imigrasi pada saat menuju ruang tunggu, itu gak bisa balik lagi keluar. NAH !waktu itu boarding pass saya lupa di cap sama petugas bandara di bagian Check in, jadinya saya harus kembali lagi dan sempat agak lama juga berdiskusi dengan petugas imigrasi itu. AMAN..akhirnya bisa dengan tenang menuju ruang tunggu. Hal yang pertama saya lakukan adalah menelpon orang rumah dan mengabari mereka bahwa saya gak lama lagi akan terbang ke Narita… heeheh J nelpon pacar juga sih hihihih ^^ ! Safe Flight for Us !

Pertama kali masuk pesawat ANA .. WOW!! Iya bener..ini pertama kali saya naik pesawat yang berkelas seperti ini, biasanya kan lokal aja hahaha…pelayanannya juga oke meskipun kadang mereka ga ngerti English -_______- !temen saya si Valen nanya air mineral, eh itu si pramugari Cuma ngangguk-ngangguk aja dan pergi begitu aja ckckckkc..

Sekitar 7 jam perjalanan menuju Jepang, akhirnya sampai juga nih kita di Bandara Internasional Jepang, Narita. GEDE gila airportnya..secaraa… ahahhaha ! harus melalui pemeriksaan yang serba rempong dan petugasnya sama sekali ga nunjukin wajah yang ramah -,- zzzzzzzzttttt ! istirahat duduk dikit, lanjut jalan foto-foto segala macam gaya yang ada, sampai-sampai kita ngajakin orang Jepang yang lewat untuk foto bareng. Beliin oleh-oleh khas jepang untuk teman-teman di Palu, nyari tempat yang ada tulisan ‘Narita’ nya hahaha..semua dimanfaatin deh mumpung lagi di Jepang, meskipun Cuma di Airportnya hihihihi…!Terhitung cukup lama kita transit, sekitar 9 jam gitu deh.

FINALLY, it’s time to go to US..yang bedanya dari bandara di Indonesia, kalo di Jepang dan bandara luar negeri lainnya, penumpang kelas bisnis dan ekonomi sangat dibedakan dari segi ‘Siapa yang masuk duluan ke Pesawat’ (sekedar Info). Bakalan lama banget di pesawat karena harus pindah benua. Untungnya kita ga bosen karena fasilitasnya yang TOP. Kurang lebih 17 jam yang bakal ditempuh, SELAMAT TIDURRR !

Nyampe di Dulles Airport, senang tiada tara dan lagi-lagi saya sempat bermasalah dengan pihak imigrasi -,- !saking capeknya yah, saya tuh ga denger kalo si Korean itu bilangnya tangan kanan, eh saya malah ngasi tangan kiri hahah. Dia nunjukkin sikap sebel dan sinis gitu ke saya, nakutin ih. Dia sempat nanya-nanya juga asal saya dan mau ngapain aja di US. Well, pada akhirnya dia bilang ‘Good Luck’ yah..ckckck gayanaji kalo orang Makassar bilang. Kesan pertama mengenai Washington D.C adalah ‘DINGIN’ brrrrrr..muka pada pucat saking dinginnya kita berada di luar bandara. Akhirnya bus datang juga dan kita let’s go ke Blacksburg,VA.

Pas nyampe di Blacksburg kita nginap satu malam di hotel Holiday Inn dan waktu itu saya sekamar sama Valen. Besok paginya kita dapet materi mengenai segala sesuatunya yang bakal kita lakuin selama 2 bulan. Agak siangan gitu, kita dijemput oleh para hostfamily masing-masing. Saya dan Sofina bakal tinggal serumah dan kebetulan dapet hostfamnya Alan Moore yang berprofesi sebagai guru. Alan punya 3 anak, 1 anak perempuan dan 2 anak laki-laki. Hal yang paling mengejutkan adalah, setibanya saya dan Sofina di rumah mereka, Alan langsung nyiapin sejadah untuk sholat. Wuihh gila respect banget nih orang. Rumahnya nyaman banget dan dia punya kucing yang namanya Camille (11 tahun) and Grecy (7 tahun), they are will be my new family.

Ada satu Profesor yang menjadi kordinator anak-anak IELSP selama berada di sana, namanya Prof.Jason Lovelace tapi kita manggilnya Prof.J aja. He really cares about us. Banyak hal menarik yang saya ketahui dari dia mengenai US. Bareng Prof.J dan juga Mrs.J (his wife) and also Louisa kita tour ke Washigton D.C selama 3 hari 2 malam. SANGAT MENYENANGKAN berada di ibu kota. Sangat berbeda juga tipe warga di kota kecil dan kota besar seperti itu. Nonstop jalan-jalan deh, mulai dari berkunjung ke White House visitor, Lincoln Memorial, World War II memorial, White House (depannya doang),  Museum, Capital Building dan semuanya ditempuh dengan jalan kaki. Ga berasa capeknya, bener deh..yaiyalah secara setiap sudut kota diperhatiin dengan seksama dalam rangka (ceilehh) membandingkan dengan negara kita dong..contoh yang baikbaik ga salah kan yah?! Sempatin ke Indonesian Food juga pas malemnya, eitss jangan salah..MAHALNYA LUAR BIASA. Nasi ayam goreng harganya $10 -,-, gado-gado $11 hahaha..yaelah kalo di Indonesia bisa kenyang 7 turunan dah. Tapi seruuuu banget-banget deh bisa berkunjung ke ibu kota Amerika Serikat pada waktu itu, THANKS IIEF and IIE ^^.

Yang paling menyenangkan adalah, sewaktu berada bertepatan juga dengan Thanksgiving dan Halloween. Pas Halloween’s day kita tuh make kostum ‘terserah mau pake apa’ yang penting aneh selama jam pelajaran (seharian), trus ada pemilihan ‘Best Costums’ gitu. Alhamdulillah yah saya termasuk salah satunya di dalam kelas heheh, lumayan dapet gelas yang isinya permen-permen enak. Nah, pas Thanksgiving banyak banget acara yang kita datengin, mulai dari Thanksgiving dinner di area kampus, di rumah Prof.J, bahkan kalo untuk saya dan Sofina kita tuh diajakin ke rumah ibunya Alan di Linden untuk ngerayain Thanksgiving Day selama beberapa hari. Finally, saya dan Sofina memutuskan untuk pergi ke Linden bersama Alan and his family and also his ex-wife yang juga merupakan pengajar di kampus kami. Perjalanan ditempuh kurang lebih 5 jam menuju Linden. Pas nyampe..gileeeeeeeee rumahnya asri dan keren bangetttt. Yang saya sukai dari rumah mereka ya, meskipun terbuat dari kayu, tapi tata ruangnya itu rapih dan keren banget deh pokoknya..oh iya kelupaan, fasilitasnya wow..serba elektronik ckckck -,-! Kurang lebih kita tuh stay di sana 5 hari. Diajakin nonton di Bioskop sama si Grannymama and Grannypapa (as grandma and grandpa), jalan-jalan di Mall sampai-sampai kita ngebantu mereka untuk persiapan Christmas. Hampir seluruh rumah kita hiasi dengan pernak-pernik yang mereka miliki dan ga ketinggalan kita bareng-bareng ngehias pohon natal yang super gede. Sangat menyenangkan mempunyai keluarga seperti mereka, i think Sofina and i were luck to be there with their family.

Blacksburg emang kota yang kecil yang ada di Virginia, tapi nyaman banget tinggal di sana. Orang-orangnya ramah, tertib dan juga taat aturan. Pernah nih waktu Leigh Ann (our language partner) ngajakin makan yogurt di sekitaran down town, nah dia parkir emang sesuai garis yang ada padahal ga ada polisi sama sekali. Saya sempat tanya kan saking penasarannya. Dia malah bilang kalo misalnya kedapatan, dendanya bisa berlipat ganda. Kalo aja semua orang di Indonesia kayak gitu yah -,-!

GRADUATION DAY, last day in Blacksburg :’(. Ada beberapa lagu daerah dari sabang sampai merauke yang kita nyanyiin secara medley. Kita juga bagi tiga kelompok ke dalam 3 tarian, tarian Paduppa (Makassar : Act by Yovita,Memey,Risma and Uti), Tarian Poco-poco (Menado : Act by Valen,Nurir,Arina,Hendrik,Aan,Risky,Lizam and Zeky) and Tarian Kalimantan (Kalimantan : Act by Ega, Dedy, Sofina, Devy,Indra and Izzah). Banyak hal yang mengharukan terjadi pada malam itu. Harus berpisah dengan para hostfam, Language partners, the teachers and also Indonesian People yang lagi study di sana. SEDIH TIADA TARA!!

Pulang ke rumah dengan perasaan sedih dan bertanya-tanya ‘kapan lagi bisa bertemu mereka’?? L L nyampe di rumah, Alan dan ketiga anaknya dan juga kami berdua menghabiskan sepanjang malam dengan menonton film dengan menggunakan projektor, karena subuhnya saya dan teman-teman IELSP lainnya sudah harus ke Dulles Airport. Saya gak bisa tidur deh pokoknya sampai subuh tiba. Harus berpisah dengan rumah itu, keluarga itu, lingkungan sekitar sangat membuat hati saya tersayat-sayat L Alan sempat mengeluarkan airmata saat berpisah dengan kami, begitupun saya dan Sofina ga bisa nahan airmata, BYE Blacksburg, BYE Virginia Tech, BYE LCI, BYE every things that will be my best experience in my life.

Sebenarnya kalau mau diceritain semua hal yang menarik dan menyenangkan bahkan memotivasi, beberapa lembar saja ga bakal cukup. Setiap detail hal yang saya lakukan saya akan selalu ingat dalam hidup saya. So, next time is your turn guys!just try to make your story more wonderful than mine. Pesan saya, kalau misalnya kamu terpilih nantinya, jangan pernah sia-siakan satu detik pun untuk hal-hal yang ga bisa buat kamu terkesan. Manfaatin setiap detik untuk hal-hal yang ga pernah bakal kamu lupain dan bakal kamu ceritain kepada semua orang tentang hal itu yang membuat mereka terpacu motivasinya untuk jadi seperti kamu.

My name is Yovita Viananda Sari, SE. I’m an announcer on SKIP Radio in my town. I’m from COHORT 9 Virginia. I love singing so much, i do really love PARAMORE (maybe you know them). For now, i’m still looking for a job in some offices (wish me luck). I’m 22 years old. Just like i said before that i do love dreaming something impossible and try with big effort to make them true. That’s all about me, next time i would like to hear about your story as a alumna of IELSP, OK? Thankyou for read my short story

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s